Jakarta

Demokrat DKI Tolak Pembangunan Stadion BMW oleh Jakpro

Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 19 Nov 2018 - 11:18:51 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

31stadion-bmw.jpg.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Penolakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun stadion internasional di Taman BMW, Jakarta Utara terus mengalir. Kali ini, penolakan itu diutarakan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat Nur Afni Sajim. Menurut dia, sebaiknya pembangunan stadion untuk Persija tersebut dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda).

"Sesuai tupoksinya, Stadion BMW harus dibangun Disorda (Dinas Pemuda dan Olahraga)," kata Afni di Jakarta, Senin (19/11/2018). 

Afni berlasan, jika pembangunan dilakukan oleh Disorda maka akan ada lelang terbuk sehingga untuk tarif sewa Stadion BMW nantinya akan lebih murah. Hal itu berbeda jika stadion dibangun oleh Jakpro. 

"Kalau pembangunan Stadion BMW di Jakpro, maka orientasinya komersial. Beda dengan SKPD, anggaran perawatan bisa langsung dibiayai APBD, sewa akan jauh lebih murah," ujar Afni. 

Lagipula Disorda sudah memiliki kajian pembangunan Stadion BMW sejak awal. Karena itu, langkah selanjutnya yakni mengalokasikan anggaran di Disorda sehingga dinas itu bisa memulai lelang pada 2019. 

Caranya, anggaran yang semula ada di pos PMD Jakpro dalam rancangan APBD 2019 itu dialihkan ke pos anggaran Disorda. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, pembangunan Stadion BMW membutuhkan dana mencapai sekitar Rp 4,5 triliun. 

Jakpro memang ditugaskan Pemprov DKI Jakarta untuk stadion tersebut. Anggaran pembangunan stadion BMW itu berasal dari PMD dan investor melalui skema public private partnership. 

Pada tahun pertama pembangunan, Jakpro meminta PMD sekitar Rp 1,5 triliun dari APBD DKI 2019. 

"Nanti di BMW enggak murni PMD, kita akan bentuknya public private partnership biar lebih efisien dan profitable ke depannya," kata Dwi. 

Rencananya, Stadion BMW dibangun selama tiga tahun, mulai 2019 hingga 2021. Tahun pertama, pembangunan stadion memerlukan biaya Rp 1,68 triliun dengan target pembangunan 35 persen. 

Jakpro kemudian menargetkan progres pembangunan mencapai 85 persen pada tahun kedua. Kemudian, Jakpro membutuhkan dana Rp 2,18 trilliun untuk menggarap 50 persen pembangunan di tahun kedua itu. Penyelesaian pembangunan akan dikerjakan di tahun terakhir dengan alokasi dana Rp 684 miliar.

Stadion BMW juga diklaim akan dilengkapi dengan gedung multifungsi, sehingga stadion dapat dipakai untuk kegiatan lain di luar olahraga seperti eksibisi, acara kesenian, hingga konser musik.(yn)

tag: #sepak-bola   #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement